Senin, 22 Juni 2015

BEGAWAN CIPTA WENING



BEGAWAN CIPTA WENING
Nama: Dina Fitriyani
NIM: 123911042
Mata kuliah : Islam dan Kebudayaan Jawa
Dosen pengampu: M. Rikza Chamami, M. SI

Prabu Niwatakawaca adalah seorang raja raksasa di Ima-imantaka yang ditakuti oleh banyak orang karena kekuatan sangat hebat. Pada suatu ketika, ia hendak meminang seorang bidadari di Suralaya (tempat dewa-dewa) yang bernama Dewi Supraba, tetapi keinginannya tersebut ditolak oleh Hyang Indra. Karena penolakan itu, Prabu Niwatakawaca sangat murka, dan ia hendak merusak Keandran (tempat betapa Indra).
            Pada saat kejadian tersebut, Raden Arjuna yang bergelar Begawan Mintaraga sedang bertapa di bukit Indrakila. Karena kekhawatiran Betara Indra terhadap Arjuna jika ia dimintai untuk membantu melawan Prabu Niwatakawaca sang raja raksasa, maka Betara Indra menitipkan Bidadari-bidadarinya untuk menggoda Arjuna supaya tapanya gagal. Akan tetapi bidadari-bidadari itu tidak berhasil karena Arjuna tidak tergoda, malah sebaliknya mereka yang tergoda akan ketampanan Arjuna.
            Seorang raksasa sakti bernama Mamangmurka yang merupakan duta dari Prabu Niwatakawaca datang ke pertapaan Arjuna hendak membunuh Arjuna. Setiba di pertapaan tersebut, ia merusak daerah pertapaan. Setelah hal itu diketahui oleh Arjuna, kemudian Arjuna menyumpahi pada Mamangmurka, katanya: “yang kamu (Raksasa) lakukan sama seperti seekor babi hutan”. Lalu seketika juga raksasa tersebut berupa menjadi babi hutan dan diikuti oleh Hyang Indra dengan menggati rupan seperti seorang pendeta bernama Resi Padya dan berhajat akan membunuh babi hutan itu. Ia melepaskan anak panahnya dan mengenai tubuh babi hutan tersebut, Arjuna mengikuti babi hutan itu dan memanahnya juga.
            Kejadian tersebut menimbulkan selisih antar keduanya, masing-masing mengakui bahwa anak panah yang mengenai binatang itu adalah anak panahnya. Tetapi Hyang Indra sebenarnya sangat bersukacita karena Hyang Indra dapat memberatkan Arjuna dan meminta bantuan untuk memusnahkan seorang raja Raksasa yang hendak meminang salah satu bidadarinya. Pada akhirnya permintaan Hyang Indra dikabulkan oleh Arjuna, Prabu Niwatakawacapun dibinasakan oleh Arjuna.
            Sebagai hadiah, Arjuna diangkat sebagai Raja di Kaindran selama sehari lamanya. Menutur perhitungan Dewa sehari dialam manusia itu sama dengan sebulan di Kaindra. Arjuna mendapat gelar sebagai Prabu Kariti.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar