BEGAWAN
CIPTA WENING
Nama: Dina Fitriyani
NIM: 123911042
Mata kuliah : Islam dan
Kebudayaan Jawa
Dosen pengampu: M.
Rikza Chamami, M. SI
Prabu Niwatakawaca
adalah seorang raja raksasa di Ima-imantaka yang ditakuti oleh banyak orang
karena kekuatan sangat hebat. Pada suatu ketika, ia hendak meminang seorang
bidadari di Suralaya (tempat dewa-dewa) yang bernama Dewi Supraba, tetapi keinginannya
tersebut ditolak oleh Hyang Indra. Karena penolakan itu, Prabu Niwatakawaca
sangat murka, dan ia hendak merusak Keandran (tempat betapa Indra).
Pada
saat kejadian tersebut, Raden Arjuna yang bergelar Begawan Mintaraga sedang
bertapa di bukit Indrakila. Karena kekhawatiran Betara Indra terhadap Arjuna
jika ia dimintai untuk membantu melawan Prabu Niwatakawaca sang raja raksasa, maka
Betara Indra menitipkan Bidadari-bidadarinya untuk menggoda Arjuna supaya
tapanya gagal. Akan tetapi bidadari-bidadari itu tidak berhasil karena Arjuna
tidak tergoda, malah sebaliknya mereka yang tergoda akan ketampanan Arjuna.
Seorang
raksasa sakti bernama Mamangmurka yang merupakan duta dari Prabu Niwatakawaca datang
ke pertapaan Arjuna hendak membunuh Arjuna. Setiba di pertapaan tersebut, ia
merusak daerah pertapaan. Setelah hal itu diketahui oleh Arjuna, kemudian
Arjuna menyumpahi pada Mamangmurka, katanya: “yang kamu (Raksasa) lakukan sama
seperti seekor babi hutan”. Lalu seketika juga raksasa tersebut berupa menjadi
babi hutan dan diikuti oleh Hyang Indra dengan menggati rupan seperti seorang
pendeta bernama Resi Padya dan berhajat akan membunuh babi hutan itu. Ia
melepaskan anak panahnya dan mengenai tubuh babi hutan tersebut, Arjuna
mengikuti babi hutan itu dan memanahnya juga.
Kejadian
tersebut menimbulkan selisih antar keduanya, masing-masing mengakui bahwa anak
panah yang mengenai binatang itu adalah anak panahnya. Tetapi Hyang Indra
sebenarnya sangat bersukacita karena Hyang Indra dapat memberatkan Arjuna dan
meminta bantuan untuk memusnahkan seorang raja Raksasa yang hendak meminang salah
satu bidadarinya. Pada akhirnya permintaan Hyang Indra dikabulkan oleh Arjuna,
Prabu Niwatakawacapun dibinasakan oleh Arjuna.
Sebagai
hadiah, Arjuna diangkat sebagai Raja di Kaindran selama sehari lamanya. Menutur
perhitungan Dewa sehari dialam manusia itu sama dengan sebulan di Kaindra.
Arjuna mendapat gelar sebagai Prabu Kariti.