Ku putuskan tuk menyudahi kisahku, bukan kisah tntang kehidupanku,
namun kisah antara aku dan penantianku. Ku sadar ku berdiri di tempat yang
salah, ku mungkin telah menjadi angin
yang bisa menerbangkan daun dari pohonnya, tapi aku tak ingin menghncurkan dan
mematikan sang pohon karena kehilangan daunnya. Aku ingin menjadi hujan. Hujan yang
bisa menjadi sahabat bagi mereka, bukan hujan yang dapat hanyutkan mereka. Aku ingin
jadi hujan yang bisa suburkan sang pohon, sehingga daun-daun akan tumbuh
melebat, dan mungkin bunga-bunga akan semi bermekaran.
Berkorban
sedikit demi kebahagiaan sahabat. Meskipun sakit, mungkin takkan begitu terasa
jika ku mampu ikhlas dan enjoy menjalaninya. Ku sadar ku salah karena ku
berada di antara cinta mereka, dan kini saatnya ku harus beranjak dan melangkah
dari kehidupan mereka. Takkan pernah ku menyesalinya, sebuah rasa yang terukir
indah dalam hatiku. Kan ku simpan dan ku kunci rapat dalam memory dalam
jiwaku. Kan selalu terkenang dan takkan terlupakan.
Terima
kasih Ya Rabb,,,, Kau telah tunjukkan setitik kebahagiaan dalam hidupku. Terima
kasih atas warna-warna indah yang Kau ciptakan di kehidupanku ketika ku
mengenal dirinya. Tak kan ku lupa masa-masa indah yang kan jadi
kenangan-kenangan manis di masa mendatang. Terima kasih Tuhan,,, terima kasih
karna Kau pertemukanku dengan dirinya. Dialah “mimpi yang tiada pernah ku
dapati”.
Ketika cinta telah merasukiku,
hilang semua beban di hidupku,
semua kata akan ku rangkai,
hingga habis puisi dalam hati.
Ku memang tak mampu ucapkan cinta,
namun aku mudah menuliskannya,
tak pernah berani mengungkapkannya,
hanya mampu tuk memendam rasa.
Meski kau takkan ku miliki,
cinta ini kan tetap tertanam di hati.